Alasan Aku Memilihnya Sebagai Istriku
Setiap manusia di bumi ini pasti mempunyai alasan tersendiri dalam memilih lawan jenisnya untuk dijadikan PASANGAN HIDUPNYA. Begitu juga dengan saya, ada beberapa alasan yang menjadi acuan saya dalam memilih seorang gadis Indramayu sebagai istri saya.
Sebelum bertemu dengan istri saya yang sekarang, saya pernah beberapa kali menjalin hubungan dengan wanita. Macam-macam karakter dan tingkah laku pernah saya hadapi, dan semuanya GAGAL ditengah jalan. Sampai pada saat saya berjumpa dengan seorang gadis, bernama Idah Rusmidah. Seorang gadis sederhana dari keluarga yang juga sederhana. Dibesarkan di kota Indramayu, memiliki 3 (tiga) saudara laki-laki dan 1 (satu) saudara perempuan.
Sejak pertama kali berkenalan dengan Idah Rusmidah, saya tidak pernah sekalipun menutupi atau melebih-lebihkan identitas dan pekerjaan saya. Waktu itu saya mendapatkan penghasilan dari menjual kaset DVD dan jasa edit video. Saya juga selalu bilang apa adanya ke Idah Rusmidah, waktu itu saya bilang kalo setiap menelpon saya selalu pinjam handphone dari adik. Karena memang saat itu saya belum memiliki sebuah handphone, saya selalu bilang kalo saya hanya bisa menelpon seminggu sekali lewat handphone karena saya harus menabung untuk membeli pulsa. Saat menelpon pun saya juga bilang kalo saya hanya bisa nelpon paling lama 20 menit saja. Karena kemampuan saya membeli pulsa sangat terbatas saat itu.
Saya juga selalu bilang kalo saya menggunakan angkutan umum setiap kali ke tempat kerja, karena saya tidak punya motor. Saya juga bilang kalo saya masih tinggal dengan orang tua, dengan 3 (tiga) orang saudara. Nyuci baju sendiri, karena kami tidak terbiasa menggunakan jasa pembantu rumah tangga.
Semua saya utarakan ke Idah Rusmidah apa adanya, dan pada saat saya berkesempatan main ke kota Indramayu, saya juga bilang kalo uang saya hanya cukup untuk sekedar ongkos PP dari Indramayu-Jakarta.
Mengapa saya sangat terbuka terhadap Idah Rusmidah?? Belajar dari kegagalan saya dalam menjalin cinta sebelum bertemu Idah Rusmidah. Dulu saya penuh dengan kepura-puraan, saya selalu memaksa untuk mengikuti gaya setiap wanita yang saya pacari, sok menjadi anak gaul, hingga saat titik jenuh memuncak dan mereka tahu siapa saya sebenarnya dan lalu mereka meninggalkan saya dengan beragam cara.
Saya ngga mau mengulangi semua kebodohan itu, kalopun saya kembali menjalin hubungan dengan seorang wanita lagi, saya ingin wanita itu mengetahui saya apa adanya dari awal berkenalan. Dengan harapan , setelah wanita itu tahu siapa saya dan berhubung saya sudah membukannya di awal, mereka bisa mundur TERATUR untuk segera pergi dari kehidupan saya.
Hal tersebut yang saya tidak temukan di sosok Idah Rusmidah, semua jati diri saya yang sebenarnya sudah saya “beber” dan Idah Rusmidah masih mau menyambut cinta dari saya. Saya suka dengan wanita yang mau menerima saya apa adanya, dan disaat saya bisa merubah hidup saya menjadi lebih baik nanti, saya akan berikan semua YANG TERBAIK untuk Idah Rusmidah. Karena saya sudah mendapatkan banya sekali KEBAIKAN dari Idah Rusmidah dan itu ALASAN SAYA MEMILIHNYA SEBAGAI ISTRI.
Terima kasih atas semua yang sayang pernah kasih ke mas…
****Ibnu Abbas, Idah Rusmidah, & (Alm. Ridwan Abbas)****






